Dalam hidup, sering kali kita berkata,
"Waktu terasa cepat sekali."
Hari berganti hari, minggu menjadi bulan, dan tanpa terasa tahun pun berlalu.
Kita merasa waktu seperti hilang begitu saja.
Namun jika dipikirkan lebih dalam, mungkin bukan waktu yang hilang.
Mungkin kita yang terlalu sering melewatkannya.
Kita melewatkan waktu untuk berbicara dengan orang tua, karena merasa masih ada hari esok.
Kita melewatkan kesempatan untuk meminta maaf, karena merasa masih ada waktu.
Kita melewatkan momen untuk berbuat baik, karena berpikir bisa dilakukan nanti.
Padahal, tidak semua “nanti” benar-benar datang.
Ada hal-hal dalam hidup yang tidak bisa diulang.
Ada momen yang hanya datang sekali.
Dan ada kesempatan yang jika terlewat, mungkin tidak akan kembali lagi.
Hidup tidak selalu tentang hal besar.
Sering kali, yang paling berharga justru hal-hal sederhana yang kita anggap biasa.
Waktu bersama keluarga.
Percakapan singkat yang tulus.
Kesempatan untuk melakukan kebaikan kecil.
Semua itu terlihat sederhana, sampai suatu hari kita menyadari bahwa semuanya tidak lagi sama.
Mungkin kita tidak bisa mengulang waktu yang telah berlalu.
Namun kita masih memiliki hari ini.
Masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri.
Masih ada waktu untuk berbuat lebih baik.
Masih ada ruang untuk menghargai apa yang selama ini kita anggap biasa.
Karena pada akhirnya, hidup bukan tentang seberapa banyak waktu yang kita miliki.
Tetapi tentang bagaimana kita menjalani waktu yang ada.
Belajar – Berbagi – Bermanfaat – Barokah
No comments:
Post a Comment